Job Interview (Berjanggut bukan berarti Terrorist)

13 Mar 2010

interviewPagi ini adalah saat yang menegangkan bagi Abdullah. Tepat pukul 08.00 dia harus sudah berada pada Perusahaan X, untuk melewati test akhir agar menjadi Staff pada Perusahaan X. Perusahaan X sendiri adalah salah satu perusahaan Amerika yang cukup besar dan sudah terkenal di dunia. Abdullah berharap interview kali ini dapat mengakhiri masa pencariannya untuk mencari kerja. Abdullah sendiri adalah seorang muslim yang taat dan menghidupkan sunnah dalam kehidupan kesehariaanya, walau terkadang banyak orang awam mengatakan dia adalah orang yang aneh dalam berpenampilan.

Tepat pukul 07.45 Abdullah sudah berada di Lobby Perusahaan X dan menunggu panggilan untuk di interview. Satu jam telah lewat semenjak Abdullah datang ketempat ini, beberapa orang telah keluar masuk dari ruangan interview. Dan tibalah giliran Abdullah untuk masuk ke ruangan Interview.

Alhamdulillah Abdullah tidak menemui rintangan yang berarti, dan nampak dari perwakilan Perusahaan X yang mewawancarai Abdullah sangat senang dengan Abdullah. Setelah berdiskusi dengan beberapa perwakilan yang mewawancarai Abdullah, akhirnya salah satu dari mereka memberikan pandangannya terhadap Abdullah.

Manager Perusahaan X: Ok, Abdullah kami rasa Anda adalah orang yang tepat untuk menjadi staff pada perusahaan kami. Dan setelah kami berdiskusi dengan rekan-rekan yang lain. Anda bisa bekerja di Perusahaan ini mulai minggu depan. Tetapi dengan satu syarat Anda harus memangkas janggut Anda.

Abdullah : Maaf sebelumnya Pak, bukankah janggut saya ini tidak menghalangi aktifitas saya dalam bekerja nanti.

Manager Perusahaan X : Ini adalah peraturan pada perusahaan ini, karena kami tidak ingin mengambil resiko bahwa ada tudingan dari pihak lain bahwa ada staff kami ada yang terlibat dalam terorisme.

Abdullah : Maaf Bapak mungkin ada kesalahpahaman disini, sebenarnya janggut yang tumbuh ini tidak ada kaitannya dengan terrorisme karena ini adalah salah satu amalan yang di buat oleh Nabi kami Muhammad SAW. Dan tujuan saya untuk menumbuhkannya untuk menghidupkan sunnah, dan saya tidak terlibat dalam tindakan terror. Karena Nabi SAW pernah bersabda “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, barang siapa mencintaiku maka dia akan masuk surga bersamaku”

Akhirnya perwakilan perusahaan X meminta waktu untuk berdiskusi dengan rekan-rekannya.

Manager Perusahaan X: Maaf Abdullah, ini sudah peraturan perusahaan kami. Kami akan berikan Anda 2 x 24 jam untuk berpikir. Jika Anda berubah pikiran untuk memotong janggut Anda, maka Anda bisa menelpon saya, hingga minggu depan Anda bisa mulai bekerja di Perusahaan ini.

Dalam benak Abdullah terjadi pergumulan hebat memilih antara dunia dengan Sunnah, disatu sisi dia sangat membutuhkan pekerjaan itu dan disisi yang lain Agama tak mungkin dikurangkan olehnya. Setelah bersholawat, dia yakin bahwa dalam Sunnah ada Kejayaan. Sebelum berdiri dari tempat duduknya, Abdullah melihat sekeliling ruangan itu. Dan dia dapati satu photo yang tidak asing olehnya.

Abdullah : Maaf sebelumnya Bapak, apakah photo dibelakang Anda sekalian adalah Tuhan yang yakini keberadaannya?

Perwakilan Perusahaan X: Iya benar (mereka bertiga sepakat)

Abdullah: Apakah Anda meyakini Agama dan Tuhan Anda?

Perwakilan Perusahaan X : tentu kenapa tidak

Abdullah : Seandainya Tuhan Anda datang ketempat ini dan meminta kepada Anda sekalian, agar bisa bergabung untuk membantu perusahaan Anda. Apakah Anda akan berkata padanya, wahai Tuhan kalau Anda mau bergabung dengan perusahaan ini, Anda harus memangkas janggut Anda?

Perwakilan Perusahaan X wajahnya bingung dan mereka saling melihat satu sama lain.

Abdullah : Baiklah Bapak sekalian saya mau permisi, di lamaran saya ada nomor telpon saya. Anda memiliki waktu 2 x 24 jam untuk menghubungi saya, jika saya memang orang yang tepat mengisi posisi staff pada perusahaan ini.

Sehari kemudian,Telpon seluler Abdullah berbunyi…

Abdullah : Hallo

Penelpon: Apakah Anda Abdullah?

Abdullah: Iya saya Abdullah

Penelpon : Selamat bergabung pada perusahaan X, dan ada pesan dari CEO agar Anda bisa menjumpainya untuk berbincang tentang apa yang anda katakan dengan Sunnah…


TAGS Kisah Bukan Terrorist


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post